Visitors

Showing posts with label another things. Show all posts
Showing posts with label another things. Show all posts

Sunday, July 28, 2013

Untitled


Nama lengkap saya Ratu Hardiyanti Supriyadi Putri namun kebanyakan orang orang akrab menyapa saya dengan panggilan 'Ratu', 'Tu', atau 'Toe'. Seorang mahasiswi 18 tahun asal kota Makassar yang sedang mengenyam pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor. Pada tahun ajaran baru yang akan berlangsung di bulan September 2013 nanti saya akan duduk di tingkat tiga, tepatnya semester lima. Saya anak kedua dan putri satu-satunya di keluarga saya. Namun ketika akhirnya kakak saya harus lebih dulu menghadap Sang Pencipta, maka saat itu pula saya menjadi anak tertua. Tumbuh dan berkembang sebagai anak yang paling tua dan memiliki seorang adik laki-laki sedikit banyak membentuk kepribadian saya menjadi seorang yang mandiri.
Sejak duduk di Taman Kanak Kanak, kedua orang tua saya sudah membiasakan saya untuk pulang pergi sekolah dengan jemputan seorang tukang becak langganan. Hal itu berlanjut saat saya masuk ke salah satu sekolah dasar negeri dimana Ayah juga telah mendaftarkan saya pada mobil antar-jemput karena lokasi rumah yang cukup jauh dari sekolah. Mengenyam pendidikan sejak awal, menjadikan saya lulusan terbaik saat Taman Kanak-kanak dan selalu memperoleh peringkat pertama di kelas selama 6 tahun berturut-turut. Hal itu membuat Ayah saya berkeinginan untuk memasukkan saya ke SMP Negeri terfavorit di kota Makassar dan memilih kelas percepatan atau yang lebih dikenal Akselerasi. Dengan kepercayaan diri serta doa dan dukungan yang besar dari kedua orang tua, maka Alhamdulillah saya berhasil masuk ke sekolah tersebut dan bisa menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama hanya dalam waktu dua tahun dan akhirnya melanjutkan ke salah satu SMA Negeri favorit di kota yang sama pula, juga berkat pilihan Ayah saya dengan pertimbangan bahwa biaya sekolah disana jauh lebih murah dari SMA lain, namun kualitas pendidikannya tidak kalah bersaing di kota Makassar.
Hal tersebut membuat saya sedikit kecewa karena berencana untuk melanjutkan pendidikan SMA ke sekolah menengah atas tertua yang ada di kota Makassar atau sekolah yang juga menyediakan kelas Akselerasi pada tingkatannya. Tetapi seiring bertambahnya umur saya, saya mulai menyadari bahwa kondisi perekonomian keluarga mulai berubah sejak kantor tempat Ayah bekerja sebelumnya harus gulung tikar. Saya tidak boleh egois karena ada Wira adik saya, yang juga harus dibiayai pendidikannya.  Oleh karena itu, saya menerima saran Ayah untuk melanjutkan pendidikan ke SMA negeri pilihannya tersebut. Alhamdulillah lagi, tanpa hambatan apapun saya berhasil menjadi siswi di sekolah tersebut.
Menjadi seorang siswi SMA saat itu membuat saya sangat tertarik dengan dunia organisasi yang belum pernah saya rasakan saat duduk di bangku SD atau pun SMP. Saya pun segera bergabung dengan dua ekskul yang menarik minat saya yaitu Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dan Fiery (Five English Generation Community). Bergabung sebagai anggota yang aktif mengantarkan saya menjadi pengurus inti pada kedua ekskul tersebut dan tidak jarang turut menyumbang prestasi. Tetapi saat itu saya menyadari,  besarnya kontribusi saya pada kegiatan ekskul membuat nilai-nilai atau prestasi akademik saya jauh menurun dibandingkan saat SD atau pun SMP. Namun meski sadar seperti itu, saya masih saja sibuk mengurus ekskul dan agak sedikit melupakan nilai akademik saya yang terbilang cukup pas-pasan. Walau akhirnya saya masih tetap bisa bersyukur karena menjadi sebagian dari seluruh siswa/i kelas 3 yang memperoleh jalur SNMPTN Undangan meski sistemnya baru dimulai tahun itu.
Saya sempat dilanda kebingungan antara melanjutkan ke Jurusan Manajemen yang saya minati atau Jurusan Kedokteran yang sangat diinginkan oleh Ayah. Saya pun menyadari bahwa sejak kecil Ayah memegang kendali untuk pendidikan saya. Saya hanya dibiarkan mengikuti keinginan beliau dan merasa senang jika bisa mengabulkannya. Namun itu semua karena beberapa dari keinginan Ayah adalah keinginan saya juga. Saat itu, kuliah di jurusan Kedokteran benar-benar tidak ada lagi di kepala saya sejak duduk di bangku SMA. Saya merasa tidak ingin lagi berkutat dengan dunia sains dan ingin berfokus ke bidang sosial meski saya adalah lulusan IPA.
Dilanda kebingungan seperti itu membuat saya hanya bisa mengadu ke Ibu dan beliau pun menyuruh saya untuk memantapkan hati dan berdoa kepada Allah melalui istikharah. Beberapa minggu setelah itu, entah kenapa hati saya tergerak untuk melirik jurusan Pertanian sejak membaca biografi Rady A Gani, mantan Bupati Wajo (salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan) yang bisa berkeliling dunia dengan gelar sarjana pertaniannya dan beliau pun bangga dengan hal tersebut.
Saya pun mengungkapkan rencana saya kepada Ibu untuk memantapkan pilihan ke Jurusan Pertanian dan memilih Institut Pertanian Bogor dengan keinginan klise saat SMA bahwa kelak ketika kuliah nanti saya harus menempuh pendidikan di Pulau Jawa agar bisa lebih banyak mengenal lingkungan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Ibu hanya menyarankan saya agar tetap berdoa agar dilancarkan semuanya.
Ketika pengumuman SNMPTN Undangan berlangsung, betapa bersyukurnya saya karena berhasil menjadi salah satu dari puluhan ribu calon mahasiswa yang berhasil lulus lewat jalur ini. Ayah yang awalnya ingin sekali saya menjadi Dokter saat itu juga terlihat sangat bangga. Ayah sadar bahwa ia tidak bisa lagi menentukan pendidikan saya seperti saat saya masih duduk di bangku TK hingga SMA. Kuliah bukan lagi tempat yang bisa ia jamah sebab kata Ayah kelak yang akan menjalankan seterusnya dan bertanggung jawab atas semuanya adalah diri saya sendiri. Saya hanya bisa terus bersyukur atas dukungan dan kemudahan yang saya peroleh dalam bidang pendidikan selama ini, sebab saya percaya bahwa itu semua tidak terlepas dari doa dan ridho kedua orang tua saya.  Saya yakin sesungguhnya di ridho kedua orang tua saya, ada ridho Allah di dalamnya.
Saat ini waktu luang saya banyak diisi dengan mengikuti organisasi dan kepanitiaan di kampus, juga sering aktif di media sosial dan menulis jurnal pribadi online. Kelak ketika telah menyelesaikan pendidikan di Institut Pertanian Bogor, saya masih berencana untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang strata dua. Saya berencana untuk melanjutkan pendidikan ke Wageningen Universiteit di Belanda atau Sidney Univesity di Australia, tentunya pada bidang pertanian dengan spesialisasi tanaman hias atau hortikultura melalui program beasiswa yang ditawarkan. Semoga dengan semua yang telah dan kelak akan saya peroleh dapat mengantarkan saya berkeliling dunia dan bermanfaat bagi orang banyak dengan peran saya sebagai duta Indonesia untuk FAO PBB. Aamin.

Sunday, May 26, 2013

Tebing

Ingin rasanya meruntuhkan tebing itu.
Menunjukkan pada orang semua yang tersembunyi dibaliknya.
Begitu banyak rahasia yang tidak diketahui mereka.
Begitu banyak cerita klise yang sudah diperdengarkan.
Terlalu naif untuk ditunjukkan.
Kata mereka saja menuntut kejujuran.

Hingga waktunya tiba, mereka juga akan pergi karena kejujuran.

Monday, April 1, 2013

the reason (?)


I love to standing on the rain. 
source : www.moxiefabworld.com

'cause when it happens, 
no one can see me crying.

Tuesday, March 5, 2013

he's

source: google.com
"maybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the right one. so that when we finally meet the person, we will know how to be grateful"

Monday, January 14, 2013

Tuesday, December 18, 2012

(ini tugas penkom)

Biografi.

Ratu Hardiyanti Supriyadi Putri, lahir di Makassar 18 tahun yang lalu. Berstatus sebagai mahasiswa semester tiga di Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor departemen Agronomi dan Hortikultura. Aktif di kegiatan UKM Kewirausahaan dan himpunan profesi di kampus.

Menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN Sudirman III, sekolah menengah pertama di SMP Negeri 6 Makassar, dan sekolah menengah atas di SMA Negeri 5 Makassar. Saat ini sedang sibuk memperbaiki IP untuk target strata dua di Wageningen University Belanda.


Tuesday, September 25, 2012

perahu kertas



Dear Neptunus,
Aku mencintainya
di depannya aku menjadi diriku sendiri
seperti airmu yang selalu membawa pesanku
Dia pun begitu
membuatku hanyut oleh sorot matanya
membuatku lupa oleh kesedihan
rasanya sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya
bahkan untuk sekedar bilang rindu atau butuh
Banyak yang nggak ngerti
lalu terluka dan saling menyalahkan
karena itu aku takut berbicara tentang hati
maka kutuliskan saja
lalu kusimpan dan kukirimkan
ke...entah kemana
-Kugy-

Salah satu puisi kugy yang dikirim buat neptunus, gara-gara tagline puisi itu yang sering muncul di iklan tv, bawaannya udah pengen buru-buru nonton. Hari pertama film itu diputar udah langsung mau ke bioskop pokoknya, dan gak kebayang kalau nanti pas udah sampai di bioskop antrian tiketnya panjang banget. Syukur lah, waktu itu perjuangan buat nonton filmnya lancar-lancar aja, gak ada hambatan sampai akhirnya tiket premiere Perahu Kertas sampai di tangan. Kemarin nontonnya bareng bunda, untung bunda juga addict sama perahu kertas (alasan utamanya lebih ke penulisnya sih, Dee Lestari) jadi gak perlu repot nyari teman nonton yang udah ngerti cerita Perahu Kertas karena udah baca novel, sebelumnya.

during watching that movie,
i love the part when they love each other but prefer to hide their feelings and try to make a good relationship without expressing theirs. it just make me realize that loving someone doesn't mean that you have to make him/her stay beside you right now. sometimes you have to let it go, and other things will comes to the right place.

Selain suka sama novel dan filmnya (yang entah kapan tayang part-2nya), sekarang ini ngeposting gara-gara lagi jatuh cinta sama original soundtrack-nya yang dinyanyiin langsung sama Maudy Ayunda (pemeran, Kugy). Gak tau kenapa, akhir-akhir ini kalau dengar lagu-lagu itu perasaannya jadi melow banget -__- haha tapi bukan karena itu kok, lagunya memang bagus. Ada dua lagu yang recommended buat di dengar, yaitu "perahu kertas" sama "tahu diri".

-PERAHU KERTAS-
perahu kertasku kan melaju
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya
   perahu kertas mengingatkanku
   betapa bahagia hidup ini
   mencari-cari tambatan hati
   kau sahabatku sendiri
hidupkan lagi mimpi-mimpi
cinta-cinta (cita-cita)
yang lama kupendam sendiri
berdua kubisa percaya
   ku bahagia
   kau telah terlahir di dunia
   dan kau ada
   di antara milyaran manusia
   dan kubisa dengan radarku
   menemukanmu
tiada lagi yang mampu berdiri
halangi rasaku cintaku padamu


-TAHU DIRI-
   hy,
selamat bertemu lagi
aku sudah lama menghindarimu
sialkulah kau ada di sini

   sungguh tak mudah bagiku
   rasanya tak ingin bernafas lagi
   tegak berdiri di depanmu kini
   sakitnya menusuki jantung ini
   melawan cinta yang ada di hati

dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah, menghilang sajalah lagi

   bye,
   selamat berpisah lagi
   meski masih ingin memandangimu
   lebih baik kau tiada disini

sungguh tak mudah bagiku
menghentikan sgala khayalan gila
jika kau ada dan ku cuma bisa
meradang menjadi yang di sisimu
membenci nasibku yang tak berubah

   berkali-kali kau berkata
   kau cinta tapi tak bisa
   berkali-kali ku tlah berjanji
   menyerah

pergilah
menghilang sajalah lagi
pergilah
menghilang sajalah lagi

Saturday, September 22, 2012

e.n.t.a.h

entah. 
sering kali saya merasa benar tapi ternyata semuanya salah
sudah mencoba untuk menghindar tapi dia terlanjur menghampiri
seperti halilintar yang menjerat dan meneriaki kalau semua ini harus terjadi
namanya bukan salah. dia datang memperkenalkan diri sebagai harapan
"panggil saja 'harap' ", katanya. "sama saja bukan?", lanjutnya lagi 
kupandangi dia dengan tatapan kosong
sedetik kemudian, imajinasiku mengambil alih
dia berdiri bagai berorasi dengan memaki memegang kendali
jiwaku angkat kaki, pergi bersembunyi
terganti oleh imajinasi yang tiap saat terus menari
"hey! dia akan menang. sebentar lagi", teriak cermin sebagai cameo
apatis dengan semuanya, dia menutup telinga, memalingkan muka
namun tidak berhenti untuk terus berlari kesana dan kemari
dia terus memainkan peran seakan menikmati pekerjaannya
membuka setiap pintu yang tertutup,
menghancurkan fondasi yang teguh,
dan membawa terbang kepastian, seluruh harta milik keinginan
...hingga waktu datang, harap pun tak kembali
bersama kepastian menghilang bagai buih
terganti kesadaran sebagai upeti

Thursday, September 20, 2012

begitu pula sebaliknya



Hanya karena tidak sama bukan berarti berbeda.
Hanya karena lebih memilih diam bukan berarti tidak mengerti.
Hanya karena terus berbicara bukan berarti tahu segalanya.
Hanya karena bertingkah aneh bukan berarti mencari perhatian.
Hanya karena mendengarkan bukan berarti acuh .
Hanya karena tidak tahu bukan berarti tidak peduli .
Hanya karena pergi bukan berarti tidak senang di tempat sebelumnya.
Hanya karena meminta tolong bukan berarti memanfaatkan.
Hanya karena marah bukan berarti kesal.
Hanya karena menangis bukan berarti sedih.
Hanya karena tertawa bukan berarti bahagia.
Hanya karena banyak harta bukan berarti sombong.
Hanya karena tidak punya uang bukan berarti melarat.
Hanya karena suka makan jengkol bukan berarti kolot.
Hanya karena memakai ipad bukan berarti keren.
Hanya karena punya pasangan bukan berarti setiap hari romantis.
Hanya karena nilai ujian lebih tinggi bukan berarti lebih pintar.
Hanya karena IP rendah bukan berarti tidak mampu bersaing.
Hanya karena memaafkan bukan berarti tidak dendam.
Hanya karena mengajak kenalan bukan berarti suka.
Hanya karena lebih tampan/cantik bukan berarti menjadi idola.
Hanya karena senang bersama seseorang bukan berarti tidak pernah kesal terhadapnya.
Hanya karena berbeda pemikiran bukan berarti tidak memahami.
Hanya karena tidak mengabulkan permintaan seseorang bukan berarti jahat.
Hanya karena memberikan yang seseorang inginkan bukan berarti sangat baik.
Hanya karena bugar bukan berarti tidak berpenyakit.
Hanya karena tidak makan bukan berarti sedang diet.
Hanya karena tidak sopan bukan berarti tidak beradab.
Hanya karena percaya bukan berarti harus dibuktikan.
Hanya karena tidak berpendidikan bukan berarti bodoh.
Hanya karena mencintai bukan berarti harus disisinya.
Hanya karena menyukai dangdut bukan berarti alay.
Hanya karena rajin beribadah bukan berarti tidak riya.
Hanya karena punya segalanya bukan berarti paling hebat.
Hanya karena tidak beruntung bukan berarti sial.
Hanya karena menulis ini bukan berarti mengalaminya :p

Belajar Menulis :)


Makassar. Monday, July 9th 2012

Malam ini, di kamar favorit bercat kuning mencoba kembali untuk menulis.
Menuangkan secangkir kisah.
Menaburi sedikit canda.
Memberikan sebentuk cerita, menjadi sebuah kalimat yang nantinya akan kembali kubaca.
Kubaca untuk menghilangkan penat, atau kubaca untuk sekadar mengingat.
Saya tidak sehebat Dee Lestari dalam menyusun serangkaian kata kata sastra menjadi kalimat yang sangat indah dan mudah dipahami. Karena kebanyakan orang-orang tidak menyukai sastra sebab kata-kata yang dituangkan oleh para sastrawan terlalu rumit. Berbeda dengan Dee Lestari yang memberi gebrakan baru untuk sastra menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk dibaca, dipahami, dan diceritakan kembali kepada orang-orang terdekat. Atau bahkan memberi referensi terhadap buku yang telah dibaca . Seperti salah satu buku favorit yang pernah saya baca dan ingin saya beritahukan kepada orang-orang untuk membacanya, Perahu Kertas. Tapi Perahu Kertas mungkin bukan buku, lebih tepat kalau disebut NOVEL.
Saya juga tidak sehebat Pak Dahlan Abu Bakar, beliau ini adalah salah satu wartawan senior, teman bapak saya ketika bekerja di Surat Kabar Harian Pedoman Rakyat yang sudah tutup karena gulung tikar. Heran juga, Koran yang katanya menjadi pencetus Koran-koran lain di Indonesia Timur sejak tahun 60-an menjadi bangkrut hanya karena manajemen kepengurusan yang menganut sistem ascribed status. Oh iya, balik ke Pak Dahlan lagi. Beliau merupakan wartawan senior yang sudah banyak menulis buku-buku biografi pejabat-pejabat daerah atau pun informasi tentang Sulawesi selatan dari perspektifnya sendiri ataupun dari perspektif masyarakat umum. Saya tidak banyak membaca bukunya, hanya melihat beberapa judul buku yang dimiliki bapak saya karena mencantumkan namanya di cover terdepan. Dari buku-buku tersebut pun saya hanya membaca beberapa artikel dari sub-bab yang memiliki judul menarik, tentu saja. Dan ternyata dari beberapa sub-bab yang telah saya baca semuanya bernilai 8. Tidak menutup kemungkinan kalau semua artikel yang ditulisnya memang sangat baik, hanya saja sampai saat ini saya masih belum tertarik untuk membaca beberapa sub-bab lain karena judulnya yang agak ‘berat’. Terlalu dini memang untuk ber-stereotype, hanya saja “judge the book by the cover”  masih merajai sifatku.
Ada lagi, Bapak Taufiq Ismail. Salah satu sastrawan hebat yang dimiliki Indonesia yang melahirkan banyak mahakarya dari coretan tinta yang berasal dari pemikirannya. Padahal beliau adalah lulusan fakultas kedokteran  hewan, disiplin ilmu yang sangat berbeda dari dunia sastra. Tidak banyak juga yang saya ketahui dari beliau, hanya karena saat kelas 2 SMA saya pernah mengikuti seminar Sastrawan Bicara Siswa Bertanya 2010, saya pernah melihatnya memberikan materi bersama beberapa sastrawan lainnya yang saya ketahui bernama Rahman Arge dan Putu Wijaya. Oh iya, waktu itu tanggal 27 April 2010 di SMAN 1 Makassar. Saya masih ingat, karena tepat di halaman pertama buku yang diberikan, saya mencantumkan nama beserta tanggal, tempat, dan waktu ketika saya menghadiri acaranya. Ditambah lagi, tanda-tangan ketiga sastrawan di atas yang turut hadir saat itu.
Meskipun tulisan saya terkesan random, sulit dimengerti, atau tidak berisi sama sekali, tapi saya akan tetap mencoba untuk menulis dan menuangkan segalanya dalam blog ini.
Menjadi penulis yang bisa menginspirasi banyak orang juga menjadi salah satu keinginan dalam 100 mimpi yang telah saya buat. Kalau pun tidak bisa menginspirasi, setidaknya tulisan yang saya buat dapat dibaca oleh banyak orang, dan menjadi hiburan ketika mereka membacanya J
Saya ingin belajar menulis untuk menjadi penulis hebat seperti orang-orang yang telah saya sebutkan di atas, Dee Lestari, Dahlan Abu Bakar, Taufiq Ismail, Rahman Arge, dan Putu Wijaya.
Saya ingin belajar menulis untuk menjadi editor handal seperti BAPAK, wartawan paling profesional dimana passion journalisme betul-betul melekat pada kepribadiannya. Saya menjadi kagum karena di umur yang tak lagi muda, bapak selalu tahu tentang berita-berita dunia. Tentang nama-nama perdana menteri-presiden-menteri-atau pejabat negara lainnya dari berbagai negara, tentang peperangan yang terjadi, tentang isu politik, tentang perekonomian dunia, tentang dunia olahraga, tentang RI dari jaman dulu hingga sekarang, dan masih banyak lagi. Singkatnya, bapak seperti buku RPUL yang saya miliki. Meski bapak sangat menyadari kalau sains dan teknologi adalah bukan bidangnya. Dan satu lagi, dia juga sering berkata kalau sangat tidak mahir berbahasa Inggris hahaha. Tapi dengan memadupadankan kegemaran membaca dan menulis, menjadikan bapak orang yang tidak pernah miskin informasi dan karena hal tersebut pula, bapak memiliki banyak teman dari kalangan pinggiran sampai para pejabat-pejabat daerah ini.
Saya ingin belajar menulis agar bisa membuat laporan yang baik dan benar untuk hasil penelitian di kampus dalam kurun waktu 3 tahun mendatang.
Saya ingin belajar menulis untuk penyusunan skripsi agar menjadi yang terbaik dan bisa sangat membantu ketika sidang wisuda kelak.
Saya ingin belajar menulis untuk membuat esay-esay brilliant yang bisa digunakan ketika melamar beasiswa S2 atau short course program ke luar negeri yang kebanyakan mencantumkan pembuatan esay sebagai prasyaratnya.
Saya ingin belajar menulis untuk membuat tulisan yang kelak akan dibaca orang-orang.
Saya ingin belajar menulis, dan semuanya akan saya mulai dari sini.
Keep writing Ratu!

Monday, April 18, 2011

LIFE GOES ON

Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Itulah masalah. Ketidaksesuaian antara idealita dan realita, ketidaksesuaian antara keinginan dan kenyataan, dan ketidaksesuaian antara harapan dan pengabulan. Namun bukan berarti kita akan tetap terjebak dalam situasi seperti itu.

Hidup memang penuh masalah. Hampir setiap hari kita diliputi dengan masalah. Entah itu masalah yang datang dari lingkungan sekolah, teman-teman, keluarga, ataupun masalah perasaan (dalam hal ini, cinta) yang datang dari diri kita sendiri.


Saya sering mengalami masalah, dan saya yakin kalian semua pasti juga sering mengalami masalah. Contohnya, masalah ketika kita ingin membeli sebuah handphone keluaran terbaru namun ternyata uang yang kita miliki tidak cukup, masalah ketika kita telah belajar mati-matian untuk ujian namun ternyata nilai yang kita dapatkan belum memuaskan, masalah ketika kita berharap diberi hadiah ulangtahun sebuah mobil yang kita inginkan namun yang kita dapatkan hanyalah sebuah sepeda motor atau masalah ketika kita mencintai seseorang namun seseorang itu tidak mencintai kita.


Miris. Mungkin kata itu yang cocok menggambarkan perasaan yang kita rasakan ketika hal-hal tersebut terjadi. Namun bukan berarti kita akan tetap berlarut-larut dalam situasi seperti itu. Hidup kita terlalu berharga untuk membiarkan hal-hal seperti itu mengambil kebahagiaan kita. Saya yakin ketika kita berada dalam situasi seperti itu, kita semua bisa menanganinya dengan cara kita masing-masing.


Contohnya, ketika kita menginginkan sebuah handphone keluaran terbaru namun uang yang kita miliki tidak cukup, maka kita bisa membeli handphone yang lumayan bagus dengan harga yang sesuai dengan uang yang kita miliki, atau bisa saja kita menabung untuk beberapa waktu sampai uang yang kita miliki cukup untuk membeli handphone yang kita inginkan. Lain lagi ketika kita telah berusaha mati-matian untuk ujian namun ternyata nilai yang kita harapkan belum memuaskan, dalam hal itu mungkin saja usaha yang kita lakukan belum maksimal karena tidak diiringi dengan doa.


Ketika kita mengharapkan hadiah ulangtahun berupa mobil namun yang kita dapatkan hanyalah sebuah sepeda motor, janganlah bersedih karena biasanya apa yang kita inginkan bukanlah apa yang kita butuhkan. Allah pasti akan memberi kita sesuatu yang kita butuhkan. Mungkin saja, saat itu kita diberi sepeda motor dan bukan sebuah mobil karena memang yang kita butuhkan ke sekolah adalah sebuah motor. Sebuah motor yang bisa mengantar kita lebih cepat ke sekolah agar terhindar dari kemacetan di sepanjang jalan yang menuju sekolah.


Yang terakhir, ketika kita mencintai seseorang namun ternyata seseorang tersebut tidak mencintai kita. Anggap saja hal tersebut bukanlah sebuah masalah, meskipun apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Berpikirlah bahwa orang tersebut adalah orang yang cukup beruntung dicintai oleh orang seperti kita, dan jangan lupa berpikir bahwa orang itu juga adalah orang yang tidak beruntung karena tidak mencintai orang seperti kita.
Jadi, hadapi masalah dengan cari kita sendiri. Jangan mau jadi orang yang menyedihkan karena berlarut-larut dalam masalah. Kebahagiaan kita terlalu berharga untuk sebuah masalah yang memang merupakan teman hidup kita.

Life is nothing without problems but life goes on :)

Thursday, April 14, 2011

HIDUP ITU PILIHAN


Sering kali kita bingung ketika memutuskan suatu pilihan. Apalagi ketika kita dituntut untuk memutuskan suatu pilihan terbaik dari kedua pilihan yang memang sudah baik. Ketika berada dalam situasi seperti ini, kita pasti akan merasa bimbang untuk memilih.
Contohnya saja, ketika memilih baju. Saat itu kita membutuhkan baju kemeja untuk dipakai ke sekolah, namun di satu sisi kita sangat ingin membeli sebuah baju merah yang sangat indah dan notebene-nya merupakan baju favorit kita. Apakah kita akan membeli baju kemeja untuk dipakai ke sekolah? Ataukah memilih baju favorit yang berwarna merah tersebut?
Hidup itu pilihan. Jika kita memilih baju kemeja, maka ambillah baju kemeja. Namun apabila kita memilih baju berwarna merah, maka ambillah baju berwarna merah. Jangan pernah menyesali apa yang telah kita putuskan karena pilihan itu berasal dari diri kita sendiri.
Sama halnya, ketika salah seorang menyuruh kita memutuskan suatu pilihan. Apakah kita akan memutuskan pilihan dengan tepat atau dengan cepat? Sebagai seorang manusia yang menginginkan kesempurnaan, kita pasti akan memutuskan untuk memilih pilihan dengan tepat berdasarkan apa yang seharusnya kita dapatkan.
Namun terkadang ketika mempertimbangkan suatu hal yang tepat di antara kedua pilihan, membutuhkan waktu yang lama sehingga kita hanya membuang-buang waktu saja. Jadi, ketika dihadapkan kepada sebuah pilihan, maka putuskan pilihan tersebut dengan cepat!
Contoh lainnya, ketika kita sedang berperang dan di hadapan kita telah ada seorang musuh. Apakah kita akan memutuskan untuk menembak musuh itu dengan tepat atau cepat? Ya, kita harus menembak musuh tersebut dengan cepat. Jangan menunggu sampai kita memutuskan untuk menembaknya dengan tepat. Kita sebaiknya menembak musuh itu sebelum kesempatan kita untuk menembaknya hilang, sebab apabila kesempatan untuk menembak musuh tersebut hilang, maka yang akan tertembak adalah kita karena kita telah menyia-nyiakan waktu dan memberi kesempatan kepada musuh untuk menembak kita terlebih dulu. Hal itu terjadi karena untuk memutuskan suatu pilihan yang tepat memerlukan waktu yang lama dibandingkan dengan memutuskan suatu pilihan dengan cepat.
Jadi ketika dihadapkan pada suatu pilihan, maka putuskan pilihan tersebut dengan cepat! Jangan pernah takut melakukan kesalahan karena pilihan yang kita putuskan tersebut ternyata tidak tepat. Kita adalah manusia yang memang tidak sempurna dan sering melakukan kesalahan. Namun kesalahan tersebut pasti bisa kita ubah.
So, life is choice and life’s complicated if you let it become complicated :)