Visitors

Wednesday, April 1, 2015

akhirnya saya kolokium

April Mop!

by the way, ini seriusan.
tadi pagi saya beneran udah kolokium. alhamdulillah.
walaupun telat banget baru bisa kolokium sekarang, setidaknya satu fase menuju "SP di 2015" sudah terlewati.

seperti yang sudah dijelasin di postingan sebelumnya, saya (mahasiswa Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB) WAJIB buat ngadain kolokium sebelum mulai penelitian/magang yang merupakan inti untuk hasil dan pembahasan di skripsi.
setelah beberapa bulan bolak-balik ketemu dosen pembimbing tercinta, revisi makalah nyambi ngerjain penelitan, dan urus administrasi ini-itu, akhirnya seminggu yang lalu ditetapkan juga pada hari Rabu, 1 April 2015 pukul 09.00 WIB, bertempat di R.Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura,
bahwa mahasiswi a.n Ratu Hardiyanti Supriyadi Putri bimbingan Bapak Dr. Ir. Agus Purwito, MSc.Agr (he is my thesis guidance lecturer) setelah di ACC makalah rencana penelitiannya,
resmi untuk mengadakan kolokium pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dengan dimoderatori oleh Ibu Dr. Dewi Sukma, SP, MSi.
(fyi, she is my academic guidance lecturer. they're meet and mix in my colloquium).

Finally, i've done! AYEEEY.

sekian lama menunggu buat kolokium, sejak bulan desember lalu, dan ternyata baru bisa dilaksanakan awal april ini :')
sedih sih, mengingat saya udah masuk injury time. soalnya teman-teman yang lain udah pada kolokium dari jauh-jauh hari sebelumnya but no matter what, i still believe that God has the better plans for me. i always being thankful for everything happened in my life, and this is one of them exactly.

terimakasih kepada Bapak dosen pembimbing skripsi dan Ibu dosen pembimbing akademik (yang ternyata kebagian jadi moderator di kolokium saya) yang tadi pagi sudah memberikan masukan yang sangat-sangat penting untuk penelitian saya beberapa bulan kedepan ini, even though i did some silly things this morning *sigh*
i'll do my best for this research kok Pak, Buk *senyum-senyum manis*

terimakasih juga buat mama, bapak, dan adek yang meskipun jauh di makassar tapi selalu setia mengirimkan doa dan semangat-semangat unyunya via telepon atau sms sebelum kolokium tadi *mata berkaca-kaca*

and...the last but not least.
thankyou very much for you that attended in my colloquium.
kirain pada gak bakal datang karena jamnya yang kepagian (specially buat mahasiswa tingkat akhir yang udah jarang ke kampus kalau gaada kepentingan wkwkwk), tapi ternyata kalian-kalian akhirnya datang, duduk, diam, dan mendengarkan dengan ikhlas kolokium saya tadi pagi.
makasih banyaaaak. sayang banget deh sama kalian *peluk satu-satu*










semoga skripsi kita cepat kelar, sidangnya lancar, dan segera mendapat gelar.
see you on top, xoxo!

Sunday, March 1, 2015

Gadis Bugis (di perantauan) dan Budaya Uang Panai

Holaa March!



Sekarang saya masih sibuk bolak-balik revisi makalah kolokium ke dosen pembimbing, doain yaa bulan ini makalah penelitiannya sudah dapat persetujuan jadi bisa langsung kolokium. kemarin targetnya kolokium Januari, dan sekarang udah Maret aja masih belum kolokium padahal teman-teman yang lain sudah pada sibuk ngurus penelitian.
*disitu kadang saya merasa sedih :(

Oiya, tadi pas lagi jenuhnya ngerjain revisi makalah kolokium kepikiran buat buka Facebook. Dari semua media social yang saya punya, Facebook jadi urutan yang paling akhir berdasarkan intensitas online. Padahal dulu dia menjadi sahabat yang selalu setia menemani masa-masa alay :D


tapi seiring berjalannya waktu, Facebook mulai saya tinggalkan dan beralih ke path dan instagram. kekinian banget kan!

By the way, back to facebook!


Tadi siang pas lagi buka akun facebook, tiba-tiba nemu postingan hasil share teman tentang "BUDAYA MAHAR (Uang Panai) GADIS SUKU BUGIS MAKASSAR"
karena saya gadis bugis asli yang lagi berada di tanah Jawa, kadang sering ciut dengan prototype orang-orang mengenai perempuan bugis yang "katanya" seperti dijual oleh orang tuanya gara-gara uang mahar yang tinggi.

"kok cewek bugis, maharnya harus tinggi ya? jangan mahal-mahal nanti gaada yang mau nikahin" atau yang lebih serem "pantesan banyak cewek bugis yang nikah pas udah tua (atau jadi perawan tua), maharnya tinggi banget sih",
kalimat-kalimat seperti itu yang kadang suka bikin ngeri sendiri -___-
gatau mau jawab apa yang ada dikepala cuma "amit-amit, naudzubillahimindzalik"
dari kecil juga taunya budaya bugis makassar memang seperti itu, walaupun kesannya seperti menjual anak gadisnya, tapi ternyata ada alasan dibalik budaya "Uang Panai".

(di-co-paste dari http://www.makassar.us/2014/02/budaya-mahar-uang-panai-gadis-suku.html  )


Budaya Mahar Gadis Suku Bugis Makassar, 

Ku buka pintu disaat fajar manjelma. Kicauan merdu burung yang hinggap di ranting pohon halaman rumahku. Melantunkan nada-nada hingga terangkai menjadi sebuah alunan musik yang begitu elok terdengar diteliga. Embun pagi yang menyapa dedaunan kini akan pergi bersama cahaya mentari. Meninggalkan aroma sejuk di pagi hari. Cahaya mentari begitu ramah menyapa hingga rela menembus rimbunan dedaun pohon dihadapan rumahku.

“Pagi yang cerah untuk jiwa yang tenang”. Kataku pada diri sendiri. Ditengah-tengah menikmati ketenangan pagi terdengar suara pintu dari kamar indo1. Indo yang berusia 80-an kini tak sekuat dulu. Tubuh yang termakan usia membuatnya kriput serta tulang yang kurang mampu menopang semangatnya. Namun, semangatnya selalu seperti diriku. Perlahan-lahan ia menghampiriku.

Duduk di dikursi bambu tempat favorit indo. Katanya kursi bambu itu dibuat oleh ambo2 jadi setiap duduk dikursi itu indo selalu mengingat almarhum ambo. Ada satu hal yang membuatku salut terhadap pasangan tua ini. Mereka selalu setia hingga ajal menjemput ambo. Semarah apapun indo kepada ambo atau sebaliknya tak pernah satu kalipun terdengar kata pisah antara mereka. Beda halnya dengan sekarang begitu mudahnya orang mengatakan cerai. Bahkan di media, diacara realitishow selalu saja terdengar kata cerai dari para artis-artis tanah air. Seakan-akan ini telah menjadi budaya.

Pandangan indo tertuju padaku seolah-olah dia paham dengan apa yang kupikirkan pada saat itu.
“apa yang sedang kamu pikirkan nak?”
“tidak nek, sebenarnya aku mau bertanya”
“bertanya apa nak?”
“mengapa mahar gadis Bugis-Makassar sangat mahal?
“emangnya kenapa nak kamu bertanya demikian atau kamu udah mau menikah?”
ia melirik padaku sambil tersenyum dan hal ini membuatku malu didepannya tapi mitos mahar gadis bugis-makassar begitu tersebar luas hingga beberapa waktu lalu salah satu teman dari jawa menanyakan
“mengapa mahar gadis bugis-makassar begitu mahal?”
aku hanya bisa menjawab
“mungkin itu salah satu budaya siri’3, dimana setiap keluarga yang memiliki anak gadis akan merasa malu ketika anaknya diberikan mahar murah”
Namun itu hanya pendapat pribadiku dan aku sendiri masih kabur dengan budaya tersebut.

Hal ini pun menjadi perbincanganku bersama indo. Indo yang pada saat itu sedang mangico, kembali bertanya padaku
“kenapa kamu menanyakan mahar gadis Bugis-Makassar?”
“Aku cuman ingin tahu nek, karena banyak orang yang menanyakan mengapa mahar gadis bugis-makassar begitu mahal? ada juga orang yang beranggapan bahwa mahar gadis Bugis-Makassar itu seperti barang yang diperjualbelikan” indo tersenyum mendengar penjelasanku.

“emm betul juga budaya ini akan menjadi ambigu bagi orang yang tidak paham. kalau dilihat sekilas emang sama dengan barang yang diperjualbelikan. tapi sebenarnya bukan itu maksudnya”. sambil membakar ico.
“jadi maksudnya apa nek?” aku semakin penasaran
“ya sebenarnya dahulu itu pada zaman penjajahan gadis-gadis Bugis-Makassar sangat terhina oleh para tentara belanda.”
“terhina bagaimana indo?” aku memotong penjelasan indo.
“aduh izinkan nenek bicara dulu dan jangan dipotong karena nenek bisa lupa apa yang nenek ingin katakan” indo menegurku karena aku terlalu semangat.
“iya nek maaf, aku tidak ada maksud”
“masih ingin dengar cerita nenek?”
“iya nek” ku anggukkan kepalaku bertanda setuju.
“udah sampai dimana cerita kita? aduh aku lupa kamunya sih ngajak nenek bicara, jadi kepotong ceritanya” Menepuk pahanya itu salah satu kebiasaan indo ketika melupakan sesuatu. Maklumlah sudah berumur.

“nek tadi ceritanya sampai di gadis Bugis-Makasssar pada zaman penjajahan”
“oh iya pada zaman dahulu itu gadis bugis sangat dihina dan para gadis ini tidak memiliki hak apapun terhadap dirinya sendiri. jadi setiap gadis pada saat itu harus merelakan dirinya untuk dinikahi oleh tentara belanda tanpa mahar sedikit pun. yang jadi masalah disini yaitu ketika telah dinikahi dan tentara itu melihat ada yang lebih baik dari istrinya maka ia akan beralih kewanita lain tanpa menghiraukan istri pertamanya. disinilah letak ketidak adilan.”

“jadi bagaimana kondisi gadis pada zaman itu nek?”
“nah pada saat itu kewenangan semua ada di tangan tentara belanda, sangat menyedihkan karena orang tua gadis-gadis pada saat itu hanya bisa melihat anaknya diperlakukan semena-mena mereka tidak bisa membela hak anaknya. jadi si gadis ini hanya pasrah dengan keadaan.”
“kasihan, jadi kapan mahar gadis Bugis-Makassar menjadi sesuatu yang mahal?”
“nah pada saat menjelang kemerdekaan tentara belanda meninggalkan kampung Bugis-Makassar karena berhasil diusir oleh para pemberontak. tapi kepergian belanda bukan berarti menghilangkan semua jejaknya masih ada ajaran-ajaran atau doktrin yang mereka tanamkan yaitu salah satunya tentang kebebasan untuk menikahi siapa saja dan berhak meninggalkan begitu saja. paham inilah yang masih dianut para lelaki di kampung Bugis-Makassar"

“apa maksudnya nek dengan ajaran tersebut?”.
“jadi doktrin belanda yang ditanamkan pada jiwa pemuda pada saat itu yakni seorang lelaki bisa berganti-ganti wanita sesuai keinginannya”.
“emm jadi setelah belanda meninggalkan kampung Bugis-Makassar, para gadis tetap saja masih belum memiliki kebebasan?”
“iya nak, nah dari permasalahan inilah ada seorang bangsawan memiliki seorang anak gadis yang begitu iya sayangi dan ia tidak ingin melihat anak gadisnya diperlakukan semena-mena oleh para pemuda yang jiwanya telah terdotrin oleh belanda. suatu ketika ada seorang pemuda yang terpikat melihat gadis bangsawan ini, ia pun memberanikan diri untuk melamar dengan menggunakan doktrin belanda yaitu tidak menggunakan mahar.
Namun orang tua si gadis bangsawaan ini tidak menerimanya karena hal yang ia lakukan merupakan sebuah pelecehan terhadap perempuan. Tidak ada sedikit pun bukti fisik keseriusan sang pemuda itu untuk menikahi sang gadis bangsawan. Jadi pada saat itu orangtua si gadis ini mengisyaratkan kepada sang pemuda kalau ia ingin menikahi anak gadisnya dia harus menyediakan mahar yang telah ditentukannya. mahar yang diajukan sangatlah berat sang pemuda harus menyediakan material maupun non material. hal ini dilakukannya untuk mengangkat derajat kaum wanita pada saat itu.
Pergilah sang pemuda itu mencari persyaratan yang diajukan oleh orangtua si gadis. Bertahun-tahun merantau mencari mahar demi pujaan hatinya ia rela melakukan apa saja asalkan apa yang dilakukannya dapat menghasilkan tabungan untuk meminang gadis pujaannya. setelah mencukupi persyaratan yang diajukan oleh orang tua si gadis sang pemuda pun kembali meminang gadis pujaannya dan pada saat itu melihat kesungguhan hati sang pemuda orangtua si gadis merelakan anaknya menjadi milik sang pemuda tersebut”.

“Nek apakah sang pemuda itu tidak merasa bahwa hasil kerja kerasnya hanya dihabiskan untuk menikah ataukah tidak ada kata menyesal pada dirinya?”.
“Tidak nak, dalam hati sang pemuda itu tidak pernah mengatakan menyesal bahkan iya sangat berterima kasih pada orangtua si gadis. Adanya persyaratan yang diajukan memeberikannya sebuah pelajaran yakni menghargai wanita karena wanita memang sangat mahal untuk disakiti. apalagi sang pemuda itu mendapatkan istrinya dari hasil jerih payahnya sendiri itulah sebabnya ia begitu menyanyangi istrinya”.

“Oh jadi mahalnya mahar gadis Bugis-Makassar bukan seperti barang yang diperjual belikan, tapi sebagai bentuk penghargaan kepada sang wanita, jadi ketika tersirat dihati ingin bercerai dan menikah lagi maka sang pemuda akan berpikir berkali-kali untuk melakukannya karena begitu sulitnya ia mendapatkan si gadis ini”. itu pernyataanku kepada indo. ia pun beranjak bangun dari kursi bambu berjalan keluar setiba dipintu ia membalikkan wajahnya kepadaku, berbalik dan membuka pintu. 

“Gimana, kamu sudah paham akan budaya mahar gadis Bugis-Makassar? jadi kamu tidak perlu lagi khawatir akan mahar, jika ada pemuda yang ingin meminangmu persilahkan saja datang kerumah dan katakan padanya jangan takut dengan budaya mahar orang Bugis-Makassar karena ia akan mendapatkan hal yang setimpal dengan apa yang ia keluarkan"

Dari pembicaran tadi ada hal yang menurutku sebuah pelajaran hidup dimana budaya mahar gadis Bugis-Makassar yang mahal ternyata memiliki makna. Bukan berarti bahwa gadis Bugis-Makassar dijadikan sebuah barang yang diperjual belikan dengan uang.

Tapi, dengan adanya mahar yang besar akan membuat si calon suami betul-betul memikirkan sematang-matang mungkin untuk menikah dan ketika telah menikah tak ada kata pisah atau cerai karena meminang gadis bugis-makassar butuh pengorbanan yang banyak. Akan sangat merasa rugi ketika akan dilepas begitu saja.

Percakapan pagi itu sangat bermakna bagiku, sejarah budaya mahar gadis Bugis-Makassar menjadi sebuah alat untuk mempertahankan derajat kaum hawa dalam dunia percintaan. Walaupun banyak pemahaman luar yang mengatakan gadis Bugis-Makassar nantinya banyak yang akan menjadi perawan tua jika budaya itu tetap diberlakukan. Namun, ketika makna dari budaya ini dipahami aku yakin budaya cerai-nikah yang sekarang menjamur akan terkikis.

Catatan kaki
Indo merupakan sebutan nenek dalam bahasa Bugis-Makassar.
Ambo merupakan sebutan kakek dalam bahasa Bugis-Makassar.
Siri merupakan sebuah budaya malu Bugis-Makassar, selalu ingin yang terbaik dari yang lain.
Mangico merupakan kegiatan menghisap tembakau kretek yang di buat khusus secara tradisional, mangico biasanya dilakukan oleh orang tua yang lanjut usia baik perempuan maupun laki-laki.
Ico merupakan rokok tembakau tradisional.

sekian penjelasan tentang budaya mahar gadis bugis makassar,

semoga setelah ini gak ada lagi orang-orang yang memandang gadis bugis seperti barang yang diperjualbelikan orang tuanya.
uang panai adalah budaya yang hingga saat ini masih dipegang oleh orang-orang bugis.
mengesampingkan besarnya biaya, maksud dan tujuan utama dari uang panai tersebut memberikan nilai dan pelajaran yang berharga tentang sebuah ikatan pernikahan.

karena kebudayaan adalah bagian dari Indonesia yang "bhinneka tunggal ika", maka pahamilah :)


selamat berakhir pekan!


Saturday, February 7, 2015

i live my life

hello, i'm back after the short holiday and keep stay in Bogor. just did't go to any where.

ga kerasa udah jadi mahasiswa tingkat akhir di kampus. sekarang udah gaada jadwal kuliah yang ngeharusin untuk tetap di kampus sampai jam 5 sore atau jadwal praktikum di lahan tiap jam 7 pagi. dulu suka banget ngedumel kalau telat bangun, takut kesiangan praktikum apalagi kalau kebagian dosen yang galak atau asprak (asisten praktikum) yang suka iseng.
tapi sekarang giliran udah gaada kuliah rasanya gabut banget. rindu dengerin dosen ngajar, nyatat penjelasannya, nongkrong di sekret kalau ada jam kuliah kosong, jajan kesana kemari, dan sibuk nyelesaiin laporan. gitu ya emang mahasiswa haha

sekarang saya dan teman-teman lagi fokus buat penelitian, kalau di IPB khususnya mahasiswa Agronomi dan Hortikultura harus melakukan penelitian (atau magang, bisa pilih salah satu) sebagai syarat buat nyusun skripsi. nah, sebelum penelitian itu kita semua harus kolokium (seminar proposal) dulu biar kalau ada apa-apa yang gak sesuai bisa diminimalisir kesalahannya sebelum ngelakuin penelitian.
sudah ada banyak teman-teman yang kolokium dan bahkan udah beberapa yang lagi input data yang sisanya nge-draft buat skripsi.
dan disinilah saya, masih stuck dengan dosen pembimbing. bolak-balik revisi makalah, entah judul, tujuan, metode penelitian, dan bla bla bla.

saya kebagian penelitian tentang kultur jaringan anggrek Dendrobium sp. kenapa harus anggrek? ya, karena itu topik yang diterima dari hasil pilihan 3 topik di semester sebelumnya.
alasan lainnya mungkin lebih mengarah ke...takdir? haha it's just in my mind.
kemarin pas lagi kosong tiba-tiba aja kepikiran kaya gini:
"nama saya kan Ratu Hardiyanti Supriyadi Putri, karena namanya kepanjangan jadi kalau capek nulis sering jadi Ratu Hardiyanti S P  (ini sejak SD sampai SMA nama di absen ga pernah benar. kalau ada guru yang baca sering dikira sarjana pertanian beneran).
sebentar lagi, pokoknya tahun 2015 ini setelah wisuda saya bakal resmi dapat gelar sarjana pertanian atau disingkat SP.
nah sebelum dapat gelar SP itu, saya harus nyelesaiin penelitian tentang anggrek Dendrobium sp."
terlalu banyak sp-sp yang saling berkaitan. bermula dari nama, berlanjut ke penelitian, dan berakhir ke gelar yang akan disandang di belakang nama.

mungkin memang takdir,
atau doa dari guru-guru yang mengabsen?
apapun itu, i always live my life happily :)
i still believe that every little things will comes to the right places.
i just wanna prepare my self to deserve it.
so that, when the times comes i will get the best thing for sure.

happy weekend! thanks for reading my post.

Thursday, January 1, 2015

TEN THINGS THAT I WANT BEFORE I PAST 2015

HALLO NEW YEAR!
i have so many list to do for this wonderful year.
actually, i think about my age that getting old year by year. oh no.
i've past my last teenager period one month ago.
so this is my first age as the twenty-not-little-girl-anymore.
i just think that there are many years i spend without getting something precious. so much thinking, right?
in this year, i still don't "really" have any passion or ability to something i really love. poor me.
i mean, something about i can focus with it.
i just love to do many things, especially the things i never did before.
and i'm so impress if i did something with all of my best.
so, before this year going without any precious things, i have to make some resolution to stand out my multi-aptitude and show you that i can be relied for many things ;p
then...here we go!!!

1. i could ride a car and have my own driver's license
2. i have my ideal weight
3. buy a new mobile phone without spend my parent's earnings
4. i can swim like a beatiful swan
5. have a joyful holiday in Bali island or Singapore
6. i've past my graduate soon and get the title behind my name
7. go to english camp to upgrade my english
8. i get 7 point in my IELTS TEST before go to abroad for next year
9. got a new and comfortable job before my graduation ceremony
10. don't need allowance from my parents again

i wish i could reach all of them.
i believe, i make a shift, and i pray to Allah.

The Last Year! (i hope)

Welcome 2015!
the year of shines, loves, hopes, and dreams.
happy new year for everybody who lived in this planet called EARTH.
wish we had much love, quality time, truly happiness, good serenity, lots of earnings, and full of blessing in 365 days ahead.

anyway, i've been stay in bogor since 4 years ago. i mean almost 4 years.
so, i should finish my undergraduate program this year before i get the injury time as the student haha big NO!
i wanna get my bachelor title fastly soon because there are so many things i wanna do after that.
i just wanna finish all of the activity in here before i have to go to the next town.
(so if you read this post, please with your pretty kinda heart just pray for me to reach my dreams in Netherland. i really wanna be there as a student in Wageningen University and Research Centre. Aamiin)

that's why i hope 2015 is gonna be the last year in Bogor so i could say "Holla" from Netherland on next year, and it's especially for you who glad to read my unusual post :p

see you on my next post, love.

Wednesday, January 22, 2014

Keukenhof. Heaven on the earth.

Berbeda dari postingan-postingan sebelumnya, kali ini saya memposting foto-foto yang diambil dari hasil jalan-jalan ke belanda searching di google berkat informasi penting yang saya peroleh dari praktikum mata kuliah dasar-dasar Arsitektur Lanskap beberapa minggu lalu tentang taman bunga nan indah yang terdapat di negeri kicir angin yang akan saya kunjungi kelak (Aaamin ya rabbal alaamin)
Here we gooo...!

gerbang masuk utama
pemandangan indah di keukenhof

bunga-bunga bermekaran di musim semi

para pengunjung disuguhi pemandangan indah

hampir disetiap sudut ditanami bunga tulip,
bunga kebanggaan masyarakat Belanda

berbagai warna bunga tulip yang ditanam

setiap tempat menyajikan pemandangan indah untuk dikagumi

merah-putih-biru adalah warna
bendera kebangasaan negara Belanda

lalu, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?


Bagaimana pemandangannya? indah sekali kan?
Oh iya, walaupun taman bunga Keukeunhof ini ada di Belanda, tapi di Indonesia juga banyak loh taman bunga. Selain di Kebun Raya Bogor, salah satunya ada juga taman bunga Nusantara di daerah Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Tahun lalu saya berkesempatan main kesana bersama kedua sahabat saya, Cika dan Iis.
Taman bunganya juga tidak kalah bagusnya, hanya saja saya tidak menyimpan dokumentasi ketika berjalan-jalan kesana.
Semoga lain waktu saya masih bisa berkunjung ke sana ya, dan tentunya berkunjung juga ke taman bunga Keukeunhof di negara kedua favorit saya setelah Indonesia. Belanda :)

Monday, January 20, 2014

Quote #2

People don't change, but reality does. And so we adapt.


"Terkadang, kita harus menjadi orang lain agar orang-orang di sekitarmu bisa menerima kehadiranmu.
Mengakui eksistensimu dalam hidup agar terlihat normal dan baik-baik saja agar setidaknya mereka tidak meninggalkanmu."


Bumi
Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi

Wednesday, January 1, 2014

Bersyukur

Hey everybody, how was your new year's eve last night?
are there so many fireworks beat up the sky?
are there so many roasted corn or barbeque you were cook with?
are there so many stories, laughs, and, happiness you were share?
how long are you spend the time with your special person?

Here i'm...
baru bangun setelah menikmati momen pergantian tahun dengan tidur cantik akibat kelelahan.
berada di alam bawah sadar setelah memejamkan mata dan meringkuk dengan mesranya bersama bantal dan kasur adalah hal ternyaman setelah seharian otot dan pikiran terkuras karena segala macam rutinitas.

Well, tertidur sebelum jam berdentang pukul 12 malam adalah hal yang cukup jarang saya lakukan, terlebih ketika kebanyakan orang di setiap sudut tempat meneriakkan "Happy new yeaaar!" dan dihujani kerlap-kerlip kembang api serta deruan terompet yang seakan tiada hentinya menemani malam.
namun entah untuk tahun ini, rasanya kasur dan bantal adalah dua barang yang paling bisa mengalihkan beribu-ribu daftar acara yang ingin saya lakukan di pergantian tahun.

i got overworked, that's the first thing i think of.
hampir setiap hari diliputi rasa lelah, terbangun dari tidur 7 jam yang masih saja belum cukup menghilangkan rasa kantuk, lingkaran hitam tepat di bawah mata, serta kelakuan menguap di setiap jam pelajaran yang terus-terusan berulang selama 5 hari waktu kuliah (plus 2 hari weekend, yang seringkali habis digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas, laporan, dan tanggung jawab organisasi).

Berhubung ini masih hangat-hangatnya pergantian tahun, ada baiknya kalau saya mencoba mem-flashback kejadian setahun kemarin.

Memulai tahun baru di 2013 dengan orang-orang yang saya sayangi, ada mereka teman-teman akrab di kampus yang sering saya sebut "sahabat" tempat dimana rasa lelah dan sedih bisa berubah seketika menjadi gelak tawa untuk berbagi, serta ada mereka juga yang saya sebut "saudara" teman seperantauan yang selalu setia menjadi 'rumah' tempat pulang ketika homesick dan pemilik rasa peduli dan melindungi yang begitu besarnya. beruntung sekali memiliki mereka semua :)

How beautiful the new year begin.
but i don't know how scared the life is, when i don't realize that i still alive.
satu per-satu berubah. lebih tepatnya berjalan tidak sesuai dengan yang saya inginkan.
memutuskan pilihan untuk menjalin hubungan dengan seorang oktoberian di awal tahun, membuat  salah seorang sahabat saya pergi menjauh.
ada begitu banyak pikiran egois yang bertengger di kepala saya, di kepala dia, dan di kepala sahabat saya karena memikirkan perasaan sendiri. mencoba merasa bahwa pikiran saya lah yang paling benar, hingga akhirnya memutuskan segala sesuatu yang pada akhirnya sempat saya sesali.
saat itu dia atau 'mereka' pergi menjauh. sedih sekali rasanya mengetahui bahwa sahabat yang selalu senang berbagi cerita-ceritanya denganmu malah memilih orang lain untuk menceritakan kisahnya, dan sahabat yang selalu mempercayaimu, tidak lagi percaya tentangmu.

Tidak berapa lama setelah itu, seakan dunia saling berkonspirasi untuk memisahkan saya dengan mereka-mereka yang saya sayangi. kali ini mereka yang saya sebut dengan saudara, teman seperantauan, dan berbagi kontrakan bersama harus berpisah karena teror pencuri yang selalu datang mengancam dengan motif balas dendam akan rekannya yang kami jebloskan ke penjara sebab ulah mencurinya tertangkap basah di kamar salah seorang di antara kami. alhasil, kami yang tadinya berpenghuni 14 mahasiswi asal sulawesi selatan dalam satu kontrakan bertingkat dua, harus terpencar-pencar mencari kosan atau kontrakan yang cocok dengan diri masing-masing.

Sampailah saya pada satu kontrakan yang cukup jauh dari kampus, hidup bersama manusia cantik berhati baik namun galaknya minta ampun :p (*ups, non sense)  yang bersedia menampung saya di rumahnya. rumah ini terlalu besar, apalagi penghuninya yang hanya kami berdua.
karena lokasinya yang cukup jauh dari kampus, seringkali saya membawa semua kebutuhan kuliah dan tugas selama sehari agar tidak bolak-balik untuk mengambil barang yang ketinggalan. jadi setelah berangkat kuliah jam 7 pagi, saya pun baru pulang sekitar jam 12 malam ketika semua tugas sudah terselesaikan. terlalu sering membiarkan si empunya rumah sendirian, hingga tidak jarang saya berpikiran bahwa dia merasa kalau sebenarnya saya ini hanya menumpang tidur sebab hampir 20 jam waktu saya dihabiskan di kampus.
it was my opinion. the facts is she always compromise about my hectic activity and really care for my health even though i know that sometimes she need a friend who wants to hear her stories. but i'm the one of person who need the relaxation as soon as possible after the monster of routinity done. i'm sorry.

Rutinitas kampus seakan menjadi raksasa yang tiap hari selalu merenggut waktu istirahat atau libur indah di akhir pekan. keputusan mengambil seluruh peran penting pada dua organisasi berbeda latar belakang dengan masa kepengurusan yang sama membuat semuanya berantakan. tugas keteteran, kuliah kebanyakan ambil jatah, belajar gak konsen, makan gak teratur, kurang tidur, yang semuanya berdampak buruk bagi lingkungan sosial saya.
seketika pula setahun kemarin saya berubah menjadi monster, kata lain yang mencerminkan bukan saya. bukan sesosok yang saya inginkan untuk menjadi.
saya berubah menjadi orang yang skeptis. terlalu sinis menanggapi semua hal, selalu bernegatif thinking, dan rasanya seluruh wajah saya terlihat tegang setiap saat. tidak jarang saya mendapat teguran dari si oktoberian itu atau orang-orang di sekitar saya untuk rileks dan menyunggingkan senyum.
saya sepertinya lupa bagaimana cara bersosialisasi yang baik dengan orang, walau hanya sekedar menanyakan kabar yang terdengar begitu klise. jangankan hal tersebut, sekedar memanggil nama atau pun melemparkan senyum dengan orang yang saya kenal pada saat berpapasan rasanya terasa palsu. saya benci, ketika harus menjadi palsu. tapi saya juga tidak bisa membohongi rasa malas yang entah datang darimana mulai menggerogoti setiap aktivitasku setahun kemarin, even for a little thing.

Hal yang paling tidak saya mengerti adalah ketika tugas-tugas akademik maupun organisasi saya di kampus semuanya menjadi terbengkalai, padahal kebanyakan waktu saya sudah jarang untuk diluangkan bersama teman-teman saya di kampus atau pun menyempatkan diri membuka internet untuk bertegur sapa di dunia maya dengan sahabat-sahabat saya di makassar (apalagi sampai lupa untuk mengucapkan ulang tahun mereka. okay, it's the worst thing. i feel so bad for them). kemana waktu-waktu saya pergi? kenapa rasanya berlangsung begitu cepat? 24 jam dalam sehari sepertinya tidak cukup untuk melakukan semuanya.


Detik ini pun saya sadar, semuanya karena manajemen waktu saya yang tidak baik. saya tidak mampu membagi 24 jam tersebut untuk akademik, sosial, organisasi, hingga beribadah yang selalu didoktrinkan mama sebagai suatu kebutuhan untuk menemukan ketenangan hidup dan rasa bersyukur kepada Sang Pencipta.

kebiasaan yang dulu sering menyusun jadwal tiap harinya menjadi berubah dengan mengerjakan apa saja yang menurut saya ingin saya kerjakan, bukan berdasarkan hal prioritas apa yang seharusnya saya kerjakan. ketidakdisiplinan pada waktu tidak hanya membuat lingkungan sosial maupun akademikku berantakan, tanggung jawabku pada kedua organisasi seringkali kuselesaikan pada detik-detik terakhir deadline. akibat berusaha menerima dua tanggung jawab sekaligus, yang pada awalnya kuperkirakan mampu diselesaikan dengan baik malah membuat semuanya menjadi buruk.

Tidak ada lagi prestasi kerja, tidak ada lagi hasil maksimal untuk setiap tugas-tugas yang telah selesai saya lakukan, namun ada begitu banyak hal yang masih bisa saya syukuri hingga saat ini.

Masih selalu ada sahabat-sahabat yang membagikan tawa candanya dan memberikan pelukan hangatnya, selalu ada si oktoberian itu yang begitu perhatian dan mendukung setiap aktivitasku, selalu ada doa restu dan dukungan materi dari mama dan bapak yang tidak henti-hentinya terus mengalir, serta selalu ada ridho Allah yang bisa membuat segalanya menjadi terasa lebih mudah untuk dilewati.
Alhamdulillahirabbil alaamin, di luar kebiasaan buruk yang banyak terjadi setahun kemarin, hingga saat ini saya masih dipercaya untuk melanjutkan peran penting pada organisasi yang kemarin sempat diamanahkan, semoga dengan kejadian yang kemarin bisa mengantarkan saya menjadi pribadi yang lebih baik di tahun 2014 ini. Pribadi yang mampu me-manage waktu dengan baik agar akademik, organisasi, dan lingkungan sosial saya pun berjalan sesuai dengan yang saya harapkan.
SELAMAT TAHUN BARU semuaaaa. I give you a thousand of hugs for every little attention you given to me. I love you.

Sunday, December 29, 2013

Quote #1

"Jujur memang tidak selalu menyenangkan karena terkadang kejujuran itu akan menyakitkan orang lain. Tapi, seorang sahabat pasti bisa memahami kejujuran itu walau terkadang membutuhkan waktu untuk menerimanya.
Sahabat bukan orang yang ada ketika kamu sedih, tapi sahabat adalah mereka yang paling bahagia, lebih dari kebahagiaan yang kamu rasakan ketika melihat kebahagiaanmu."


Pssst...!
5 sahabat, 5 negara, 5 rahasia
(Page 75, last paragraph.)

Sunday, July 28, 2013

Untitled


Nama lengkap saya Ratu Hardiyanti Supriyadi Putri namun kebanyakan orang orang akrab menyapa saya dengan panggilan 'Ratu', 'Tu', atau 'Toe'. Seorang mahasiswi 18 tahun asal kota Makassar yang sedang mengenyam pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor. Pada tahun ajaran baru yang akan berlangsung di bulan September 2013 nanti saya akan duduk di tingkat tiga, tepatnya semester lima. Saya anak kedua dan putri satu-satunya di keluarga saya. Namun ketika akhirnya kakak saya harus lebih dulu menghadap Sang Pencipta, maka saat itu pula saya menjadi anak tertua. Tumbuh dan berkembang sebagai anak yang paling tua dan memiliki seorang adik laki-laki sedikit banyak membentuk kepribadian saya menjadi seorang yang mandiri.
Sejak duduk di Taman Kanak Kanak, kedua orang tua saya sudah membiasakan saya untuk pulang pergi sekolah dengan jemputan seorang tukang becak langganan. Hal itu berlanjut saat saya masuk ke salah satu sekolah dasar negeri dimana Ayah juga telah mendaftarkan saya pada mobil antar-jemput karena lokasi rumah yang cukup jauh dari sekolah. Mengenyam pendidikan sejak awal, menjadikan saya lulusan terbaik saat Taman Kanak-kanak dan selalu memperoleh peringkat pertama di kelas selama 6 tahun berturut-turut. Hal itu membuat Ayah saya berkeinginan untuk memasukkan saya ke SMP Negeri terfavorit di kota Makassar dan memilih kelas percepatan atau yang lebih dikenal Akselerasi. Dengan kepercayaan diri serta doa dan dukungan yang besar dari kedua orang tua, maka Alhamdulillah saya berhasil masuk ke sekolah tersebut dan bisa menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama hanya dalam waktu dua tahun dan akhirnya melanjutkan ke salah satu SMA Negeri favorit di kota yang sama pula, juga berkat pilihan Ayah saya dengan pertimbangan bahwa biaya sekolah disana jauh lebih murah dari SMA lain, namun kualitas pendidikannya tidak kalah bersaing di kota Makassar.
Hal tersebut membuat saya sedikit kecewa karena berencana untuk melanjutkan pendidikan SMA ke sekolah menengah atas tertua yang ada di kota Makassar atau sekolah yang juga menyediakan kelas Akselerasi pada tingkatannya. Tetapi seiring bertambahnya umur saya, saya mulai menyadari bahwa kondisi perekonomian keluarga mulai berubah sejak kantor tempat Ayah bekerja sebelumnya harus gulung tikar. Saya tidak boleh egois karena ada Wira adik saya, yang juga harus dibiayai pendidikannya.  Oleh karena itu, saya menerima saran Ayah untuk melanjutkan pendidikan ke SMA negeri pilihannya tersebut. Alhamdulillah lagi, tanpa hambatan apapun saya berhasil menjadi siswi di sekolah tersebut.
Menjadi seorang siswi SMA saat itu membuat saya sangat tertarik dengan dunia organisasi yang belum pernah saya rasakan saat duduk di bangku SD atau pun SMP. Saya pun segera bergabung dengan dua ekskul yang menarik minat saya yaitu Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dan Fiery (Five English Generation Community). Bergabung sebagai anggota yang aktif mengantarkan saya menjadi pengurus inti pada kedua ekskul tersebut dan tidak jarang turut menyumbang prestasi. Tetapi saat itu saya menyadari,  besarnya kontribusi saya pada kegiatan ekskul membuat nilai-nilai atau prestasi akademik saya jauh menurun dibandingkan saat SD atau pun SMP. Namun meski sadar seperti itu, saya masih saja sibuk mengurus ekskul dan agak sedikit melupakan nilai akademik saya yang terbilang cukup pas-pasan. Walau akhirnya saya masih tetap bisa bersyukur karena menjadi sebagian dari seluruh siswa/i kelas 3 yang memperoleh jalur SNMPTN Undangan meski sistemnya baru dimulai tahun itu.
Saya sempat dilanda kebingungan antara melanjutkan ke Jurusan Manajemen yang saya minati atau Jurusan Kedokteran yang sangat diinginkan oleh Ayah. Saya pun menyadari bahwa sejak kecil Ayah memegang kendali untuk pendidikan saya. Saya hanya dibiarkan mengikuti keinginan beliau dan merasa senang jika bisa mengabulkannya. Namun itu semua karena beberapa dari keinginan Ayah adalah keinginan saya juga. Saat itu, kuliah di jurusan Kedokteran benar-benar tidak ada lagi di kepala saya sejak duduk di bangku SMA. Saya merasa tidak ingin lagi berkutat dengan dunia sains dan ingin berfokus ke bidang sosial meski saya adalah lulusan IPA.
Dilanda kebingungan seperti itu membuat saya hanya bisa mengadu ke Ibu dan beliau pun menyuruh saya untuk memantapkan hati dan berdoa kepada Allah melalui istikharah. Beberapa minggu setelah itu, entah kenapa hati saya tergerak untuk melirik jurusan Pertanian sejak membaca biografi Rady A Gani, mantan Bupati Wajo (salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan) yang bisa berkeliling dunia dengan gelar sarjana pertaniannya dan beliau pun bangga dengan hal tersebut.
Saya pun mengungkapkan rencana saya kepada Ibu untuk memantapkan pilihan ke Jurusan Pertanian dan memilih Institut Pertanian Bogor dengan keinginan klise saat SMA bahwa kelak ketika kuliah nanti saya harus menempuh pendidikan di Pulau Jawa agar bisa lebih banyak mengenal lingkungan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Ibu hanya menyarankan saya agar tetap berdoa agar dilancarkan semuanya.
Ketika pengumuman SNMPTN Undangan berlangsung, betapa bersyukurnya saya karena berhasil menjadi salah satu dari puluhan ribu calon mahasiswa yang berhasil lulus lewat jalur ini. Ayah yang awalnya ingin sekali saya menjadi Dokter saat itu juga terlihat sangat bangga. Ayah sadar bahwa ia tidak bisa lagi menentukan pendidikan saya seperti saat saya masih duduk di bangku TK hingga SMA. Kuliah bukan lagi tempat yang bisa ia jamah sebab kata Ayah kelak yang akan menjalankan seterusnya dan bertanggung jawab atas semuanya adalah diri saya sendiri. Saya hanya bisa terus bersyukur atas dukungan dan kemudahan yang saya peroleh dalam bidang pendidikan selama ini, sebab saya percaya bahwa itu semua tidak terlepas dari doa dan ridho kedua orang tua saya.  Saya yakin sesungguhnya di ridho kedua orang tua saya, ada ridho Allah di dalamnya.
Saat ini waktu luang saya banyak diisi dengan mengikuti organisasi dan kepanitiaan di kampus, juga sering aktif di media sosial dan menulis jurnal pribadi online. Kelak ketika telah menyelesaikan pendidikan di Institut Pertanian Bogor, saya masih berencana untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang strata dua. Saya berencana untuk melanjutkan pendidikan ke Wageningen Universiteit di Belanda atau Sidney Univesity di Australia, tentunya pada bidang pertanian dengan spesialisasi tanaman hias atau hortikultura melalui program beasiswa yang ditawarkan. Semoga dengan semua yang telah dan kelak akan saya peroleh dapat mengantarkan saya berkeliling dunia dan bermanfaat bagi orang banyak dengan peran saya sebagai duta Indonesia untuk FAO PBB. Aamin.

Friday, June 28, 2013

when i miss smunel.




Like the others said that senior high school was the moment when you wanna return to over and over again, and also i'd like too. It's not about the school which gave knowledges, about the organization's which gave  many experiences, neither about the good friends nor the quality times with all of them.


I just wanna felt the atmosphere before. 
Felt become the luckiest teenager in the world, wasted most of time with bestfriends, doing things never done before, and claim that we were the greatest people with the thought that we were better than childrens who loves to whining or crying, and we grew better like people in 20 y.o at the time. So there was no reason to restricted us to did anything because we knew what was the best for us.


Now here i'm, always realize that "senior high school" is the precious moment whose drive me towards more a maturity :)

Sunday, May 26, 2013

Tebing

Ingin rasanya meruntuhkan tebing itu.
Menunjukkan pada orang semua yang tersembunyi dibaliknya.
Begitu banyak rahasia yang tidak diketahui mereka.
Begitu banyak cerita klise yang sudah diperdengarkan.
Terlalu naif untuk ditunjukkan.
Kata mereka saja menuntut kejujuran.

Hingga waktunya tiba, mereka juga akan pergi karena kejujuran.

Saturday, April 27, 2013

say it with flower


"Flower is not just about something, flower is meaning of anything"- anonymous.

I was thinking that flower is some-mainstream-thing like another else, at the beginning. If you need to say something for someone, you can say it directly. But sometimes, there is another thing that you can’t do and all the things you need just show her immediately. So, the flower is one of them exactly.
I got some flower today. It was making me very surprised cause the person who gave me isn’t romantic at all. He is an easy going person and didn’t like to do something charitable. He like to do anything with his own way. So when finally he was doing something with people’s way, I was feeling embarrassed and grateful cause his effort. I was so appreciated his way to say something and show it with the flower.
So much thank you, S. Lovin' it.

Monday, April 1, 2013

the reason (?)


I love to standing on the rain. 
source : www.moxiefabworld.com

'cause when it happens, 
no one can see me crying.

Tuesday, March 5, 2013

he's

source: google.com
"maybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the right one. so that when we finally meet the person, we will know how to be grateful"

Monday, January 28, 2013

Homesick.

    Suddenly missing home. i'm so in love being here but now on i just wanna back to my home. Being faraway from hometown can makes me feeling so alone when the holiday is coming.

Sunday, January 20, 2013

5 Rahasia

     Hari ini temanya iseng-iseng. iseng-iseng coba bangun pagi padahal tadi malam begadang. iseng-iseng langsung mandi padahal biasanya kalau libur malas mandi. iseng-iseng ke kampus nyari wifi buat internetan. iseng-iseng main facebook twitter skype, sampai iseng-iseng baca blog orang-orang dan saya menemukan blog ini dan yang ini ngeposting 5 rahasia tentang dia.

     Awalnya saya berpikir, it's an usual posting that she has made. Semua orang juga punya rahasia masing-masing dalam dirinya. Mau di simpan sendiri sebagai rahasia pribadi, atau disebarin ke orang-orang itu pilihan mereka. Yah pokoknya kalau disebarin berarti bukan rahasia lagi namanya, pikir saya. Sampai saya membaca semua postingan 5 Rahasia dia sampai habis, dan saya langsung berpikir it's not about a secret, it's about a notable thing that you can keep it by your self but too worthy to tell it with another people.

and here i am...
didnt take a long time in front of the lappy,
trying to pour 5 secret about me ;p

1. I prefer to watching film in cinema and come into a new places with me my self.
Saya suka ramai. Saya juga suka ngumpul sama teman-teman, tapi entah kenapa saya senang banget kalau jalan sendirian.
     Dari SMA saya sering keliling makassar sendirian buat hunting makan, kado, atau cuma sekedar jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Yah mungkin karena dari SD sampai SMP sekolah saya ada di tengah kota dekat dan dengan kantor bapak, jadi saya terbiasa jalan kaki ke kantor bapak kalau lagi macet, demo, atau kehabisan uang untuk pulang haha. Nah, kalau nonton sendirian saya mulai senang sejak kuliah di Bogor. when i did it, it was like another way of me to meditate my self. Hanya untuk sekedar melarikan menenangkan diri dari rasa penat akan tugas-tugas, organisasi, atau masalah-masalah.

2. Work free day mean wash free day.
Khusus untuk yang satu ini, saya punya prinsip "save our water meeeen !" Jadi libur kuliah, libur mandi juga haha.
     Kalau hari libur, jadwal me-time saya selalu dipenuhi dengan "beres-beres kamar, tidur, atau internetan" di list teratas. Gak ada kata mandi haha. Tapi saya rajin mandi kok. Cuma kalau mandi harus lama, gabisa cepat. Mandi 10 menit itu kayak gak ada apa-apanya. Saya lebih milih gausah mandi deh daripada harus mandi tapi sebentar. seems like i get a dirty bit more than before -_-
dan lagi, entah kenapa kalau hari libur kedua kaki saya beratnya berubah jadi berton-ton. Susah sekali untuk sekedar mengangkat atau melangkahkannya keluar dari kamar :D

3. I have telling my feeling for someone.
It was a silly moment haha
     He was my friend when i was a kid, we met again after a long time  and  being close after it.
Sejak ketemu lagi, saya sama dia jadi akrab. Singkat cerita, bla bla bla dia pamit mau kuliah ke tempat lain. Saya sedih, sedih banget. Baru juga dekat lagi eh dia udah mau pergi aja huhu -_-
Setelah itu karena kebanyakan noton opera sabun, dengan bodohnya sebelum dia pergi saya pun mengirimkan dia pesan teks yang berisi ungkapan perasaan saya ke dia hahahahaha
sumpah demi apapun, itu hal paling random yang pernah saya lakuin pas suka sama cowok.
Although there was no response from him, i still proud with my self for doing it, karena seperti yang dibilang Zafran 
"orang egois adalah orang yang tidak mau mengungkapkan perasaannya"-
Now on, here we are...being friends like before seems like nothing happened with us. and i'm happy with it. Cheeeeeers~

4. I'm mad at Math.
Like John Louis von Neumann said:
"if people dont believe that mathemathics is simple, it is only they dont realize how complicated life is"-
i believe that my life is complicated when i still realize that mathemathics is not simple for me, especially. 
fyi, i get bad score at math. honestly, i've been study hard for the lesson but still get "D" score with it. So, i must give my long long holiday time for repeat my lesson about math again in short term programs that will come on July until August. Lucky me!


5. Too hard to loose my weight.
I still in 52 kilograms when i was writing this post.
     Kata mama, saya itu dari kecil emang ga pernah kurus. Sudah tembem. Tapi waktu kelas 3 SD setelah kena tipes dan campak, berat badan saya merosot meningkat dengan tidak normalnya huhuhu :(
pas kelas 5 SD berat saya juga pernah 53 kg dengan proporsi badan yang pendek. sudah seperti anak gajah yang dipakaikan rok merah kan ? -__-
Nah, baru setelah masuk SMP berat saya turun drastis ke angka 42 kg karena sakit yang entah apa namanya. Tapi waktu itu pun tetap saja terlihat boncel dengan tinggi badan yg cuma 150 cm. 
Waktu SMA berat saya balik lagi ke angka Limapuluh-an. saya pun sering jogging pagi dan sore, gak sarapan, cuma makan siang, dan gak mau makan malam hanya untuk nurunin berat badan. Sempat turun sih ke 45 kg, tapi abis itu naik lagi.
Pas awal semester 3 kemarin juga pernah nyobain gak makan nasi dan minuman yang manis-manis. Cuma makan lauk, buah dan minum air putih aja. dan Bingo! bisa ditebak lagi, beratnya turun tapi abis itu nafsu makan malah semakin besar dan berat badan naik makin ga terkendali sampai sekarang hahahaha.
But i think, it doesnt matter anymore. With a hectic activity in campus, the fit body that i need, not the interest body indeed :)

That's all my top big five secret and i want to know yours just only if you read my post.
Lets writing guys!

Monday, January 14, 2013

Dear Friend


This is one of my favorite song in HiVi's first album. I'm looking for so long with their lyrics.
Just wanna share for you, so here they are.....

dear my friend, 
you’re the joy in my life,
your smile has brighten up my day,
dear my friend, 
you got me through the lonely times,
you’re lighten up my way
   won’t you hear me say, i’ll be right away,
   when you need me all the way,
   you are not alone, i am here for you,
   and all you’ve got to do just listen
"baby tell me when you miss me,
call me when you’re lonely,
hey there don’t you worry,
no matter how far baby i’ll be there.. yeah..
i’ll be there for you"
   Dear my friend, 
   you’re the one and only way,
   the one that i turn to,
   dear my friend, 
   you give a hand and washed away,
   the pain that i’ve been through
won’t you here me say, i’ll be right away,
when you need me all the way,
you are not alone, i am here for you,
and all you’ve got to do,
just listen baby..
   tell me when you miss me,
   call me when you’re lonely,
   hey there don’t you worry,
   no matter how far,
   baby i’ll be there.. yeah..
   i’ll be there for you
when the world is getting colder
when you get through those though times
now i know we’re getting stronger
cause the love we had
we have faith to believed in a trust to hold on
a love in unconditional way
   (just listen baby)
   tell me when you miss me,
   call me when you’re lonely,
   hey there don’t you worry,
   no matter how far,
   baby i’ll be there.. yeah..
   i’ll be there for you
when you miss me (you tell me)
call me when you’re lonely,
hey there don’t you worry,
no matter how far,
baby i’ll be there.. yeah..
i’ll be there for you…

-HiVi !-